Adie Prasetyo

Because History Must be Written

Calon Kapolri Mengerucut ke Tiga Nama

Posted by Ndaru Nusantara pada 31 Agustus 2010

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah mematangkan sekaligus merekomendasikan tiga jenderal senior sebagai calon Kapolri menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri yang akan pensiun pada Oktober nanti.
Ketiga nama tersebut, menurut sumber SP adalah Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri Komjen Pol Nanan Soekarna, Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Irjen Pol Agus Wantoro, serta Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Irjen Pol Imam Sudjarwo.

Ketiga nama tersebut akan diajukan sebagai bahan pertimbangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebelum secara resmi mengajukan calon Kapolri kepada DPR untuk menjalani fit and proper test.

“Kami (Kompolnas, Red) sudah mematangkan kriteria, juga mengusulkan tiga calon Kapolri yang dalam waktu dekat akan diserahkan kepada Presiden. Tentang siapa nama ketiga perwira tinggi tersebut, kita tunggu saja. Karena yang berwenang menentukan adalah Presiden,” ujar anggota Kompolnas La Ode Husen, kepada SP, di Jakarta, Selasa (31/8) pagi.

Penunjukan nama tiga perwira tinggi Polri tersebut didasarkan pada penilaian rekam jejak sesuai syarat pencalonan Kapolri. Selain itu, ketiganya berasal dari tiga angkatan yang berbeda. Paling senior adalah Agus Wantoro lulus- an Akademi Kepolisian (Akpol) 1977, disusul Nanan Soekarna (1978) dan Imam Sujarwo (1980).

Menurut La Ode, acuan Kompolnas mengajukan para calon Kapolri tersebut berdasarkan UU 2/2002 tentang Polri, yang bersifat umum, yakni kandidat Kapolri harus sesuai jenjang usia efektif dua tahun dalam jabatan Kapolri, sehat jasmani rohani, sarat pengalaman memimpin satuan kewilayahan, memiliki rekam jejak yang baik, berprestasi dalam pendidikan plus kedinasan, penghargaan, kepatuhan dalam membayar pajak, serta laporan harta kekayaan.

Dia menambahkan, jika Presiden menerima nama-nama tersebut, lantas diajukan kepada DPR untuk diseleksi. Calon terpilih akan dilantik Presiden sebagai Kapolri yang baru.

Satu Calon
Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan proses penunjukan calon Kapolri melalui Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tertinggi (Wanjakti) harus dilakukan sejak dini berdasarkan fakta objektif.

Neta mengusulkan, calon Kapolri yang diajukan Presiden ke DPR sebaiknya hanya satu.  Hal itu dimaksudkan untuk menghindari tarik ulur kepentingan di DPR, mencegah politik “dagang sapi”, sekaligus mengantisipasi perpecahan di internal Polri. IPW menilai, banyaknya calon Kapolri yang diusulkan Kompolnas, menunjukkan Polri tidak solid, karena terkesan ada perpecahan.

Libatkan Publik
Terkait semakin mepetnya waktu pengajuan dan seleksi calon Kapolri, Ketua Komisi III DPR yang membidangi keamanan, Benny K Harman meminta Kompolnas untuk melibatkan institusi eksternal dan publik untuk menjaring dan mengklarifikasi para bakal calon. Selain meminta pendapat ahli atau pakar, Kompolnas disarankan membuat jajak pendapat mengenai calon Kapolri mendatang.

“Ini untuk memperkuat dukungan politik terhadap calon Kapolri dari DPR maupun masyarakat. Sebab kalau hanya mengandalkan pilihan dari internal Polri, 60 persen biasanya sudah setuju, tapi belum tentu didukung DPR dan masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, Kapolri mendatang harus mampu memangku amanat reformasi penegakan hukum, terutama reformasi di internal Polri. Dengan demikian, calon Kapolri harus tidak terkait dengan kasus dugaan rekening mencurigakan, tidak boleh terlibat mafia hukum, dan pelanggaran HAM.

Benny melihat, hambatan utama Kapolri saat ini adalah tidak mampu melakukan perombakan di dalam tubuh Polri. “Ke depan Kapolri harus sosok yang kuat di internal, dan juga mendapat dukungan politik DPR dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi III Ahmad Yani meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengajukan nama-nama calon Kapolri ke DPR, agar bisa segera menjalani fit and proper test. Dia mengakui, waktu untuk menyeleksi calon Kapolri baru sangat mepet, mengingat Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri akan pensiun pada Oktober nanti. “Ada kemungkinan nama-nama itu baru diusulkan Presiden usai Lebaran, sehingga waktu fit and proper test oleh DPR hanya dua minggu,” katanya.

Dia juga mengingatkan Presiden untuk tidak terpaku pada nama-nama yang kelak diusulkan Kompolnas. “Jika Presiden tidak yakin dengan nama yang diusulkan, bisa mengambil calon lain,” ujarnya. [G-5/R-14/J-9] (Suara Pembaruan)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: