Adie Prasetyo

Because History Must be Written

Freddy Numberi Selingkuh

Posted by Ndaru Nusantara pada 3 September 2010

Isu perselingkuhan Menteri Perhubungan Freddy Numberi telah sampai ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun Presiden belum memberi respons.

“Tentu beliau juga mendengar, tapi belum ada komentar soal itu,” kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Kamis (2/9).

Menteri Freddy dikabarkan menjalin hubungan gelap dengan seorang wanita bernisial RR. Julian mengaku belum mengkonfirmasi hal ini ke Freddy.

“Saya juga belum mendapatkan laporan langsung dari menteri. Saya belum bisa berkomentar soal itu,” katanya.

Selain itu, Julian melanjutkan, Presiden Yudhoyono juga belum memberi arahan untuk kasus ini. “Saya belum mendengar arahan langsung dari presiden,” katanya.

Menteri Freddy Numberi sendiri ketika dicegat di Kantor Presiden menolak memberi penjelasan. “No; Comment,” katanya sambil bergegas menuju kantor Presiden.

Posted in Politik, Pornografi | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Pidato SBY Tunjukkan Inferioritas pada Malaysia

Posted by Ndaru Nusantara pada 2 September 2010

Pidato Presiden SBY menyikapi ketegangan dengan Malaysia tadi malam dinilai menunjukan inferioritas. “Sangat mengecewakan. Kita secara akumulasi sudah dilecehkan Malaysia tapi pemerintah tidak menunjukan sikap tegas, malah menunjukan sikap inferior” kata Anggota Komisi Pertahanan DPR Lily Wahid pada Tempo, Kamis 2 September 2010. Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Politik, Reformasi | Dengan kaitkata: , , , , , , | Leave a Comment »

Tolak Gedung Baru DPR

Posted by Ndaru Nusantara pada 1 September 2010

Kinerja DPR selama ini yang masih kurang dari harapan masyarakat banyak, membuat para politisi yang ngantor di Senayan ini dinilai belum layak mendapat gedung baru dengan fasilitas wah. Apalagi fasilitas itu juga kecil korelasinya dengan produktivitas kerja. Gedung baru DPR beserta fasilitasnya memang tampak cukup wah. Bagaimana tidak, ruangan kerja tiap anggota DPR nantinya berukuran 120 meter persegi, nyaris empat kali lebih luas dibanding ruangan sekarang. Belum lagi jika Ketua DPR, Marzuki Alie tidak memenuhi janjinya untuk membatalkan rencana fasilitas spa. Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Korupsi, Neoliberalisme, Politik, Reformasi | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Cabut UU yang Disetir Asing

Posted by Ndaru Nusantara pada 31 Agustus 2010

Undang-undang yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia dan terbukti disusupi kepentingan asing harus direvisi atau ditinjau kembali, bahkan bila perlu dicabut supaya tidak merugikan bangsa ini.

Demikian pendapat Head of Campaigns Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Muhammad Teguh Surya dan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap dan anggota Komisi II Arif Wibowo.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekonomi, Kemiskinan, Neoliberalisme, Politik, Reformasi | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Calon Kapolri Mengerucut ke Tiga Nama

Posted by Ndaru Nusantara pada 31 Agustus 2010

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah mematangkan sekaligus merekomendasikan tiga jenderal senior sebagai calon Kapolri menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri yang akan pensiun pada Oktober nanti.
Ketiga nama tersebut, menurut sumber SP adalah Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri Komjen Pol Nanan Soekarna, Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Irjen Pol Agus Wantoro, serta Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Irjen Pol Imam Sudjarwo.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Politik, Reformasi | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Malaysia Siap Hadapi Indonesia

Posted by Ndaru Nusantara pada 31 Agustus 2010

Malaysia hari ini, Selasa (31/8), merayakan Hari Kemerdekaan yang ke-53 dengan penuh semangat dan suka cita. Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak menyerukan peningkatan kekuatan kedaulatan negara dan mengobarkan semangat patriotisme kepada seluruh rakyatnya. Peringatan Hari Nasional Malaysia itu dilangsungkan di Stadion Putra Bukit Jalil yang dihadiri para petinggi pemerintahan. Hadir di antaranya Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak dan istrinya Datin Seri Rosmah Mansor, Wakil Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin dan istri Puan Sri Norainee Abdul Rahman, mantan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad dan jajaran kabinet. Mereka mengenakan batik Malaysia yang dibuat khusus. Tak ketinggalan hadir Yang di-Pertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin dan Raja Permaisuri Agong Tuanku Nur Zahirah. Baca entri selengkapnya »

Posted in Politik, Sejarah | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Interpelasi Sengketa Perbatasan Indonesia-Malaysia

Posted by Ndaru Nusantara pada 31 Agustus 2010

Sekretaris Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat, Ade Komaruddin, menyatakan fraksinya mendorong agar Dewan mengajukan penggunaan hak interpelasi atas sengketa perbatasan Indonesia-Malaysia. Sebab, masalah itu menyangkut harkat dan martabat bangsa. Secara internal, menurut Ade, fraksinya telah melakukan rapat soal kemungkinan menggunakan hak interpelasi kemarin. Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Politik, Sejarah | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Gubernur Dari PKS Habiskan 1,7miliar Untuk Kartu Lebaran

Posted by Ndaru Nusantara pada 31 Agustus 2010

BERSILATURAHIM saat Lebaran dengan berkirim kartu ucapan adalah hal biasa. Juga biasa bila mengirimkan kartu Lebaran kepada kenalan dan keluarga dengan prangko bergambar diri pribadi. Tetapi, menjadi luar biasa ketika kartu Lebaran berprangko foto pribadi itu dibiayai dengan uang negara.  Tentu tidak sembarang orang yang bisa begini. Orang yang bukan sembarang itu ternyata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Untuk kepentingan berkirim kartu Lebaran itu, Ahmad mengalokasikan Rp1,7 miliar pada anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun ini. Dari jumlah itu, Rp700 juta dialokasikan untuk ongkos cetak kartu Lebaran dan Rp1,012 miliar untuk prangko bergambar Ahmad Heryawan. Kartu Lebaran berprangko Pak Gubernur itu kelak dikirimkan kepada 450 ribu kolega dan pejabat di Jawa Barat hingga ke tingkat RT.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Ekonomi, Korupsi, Neoliberalisme, Politik, Reformasi | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Curhat Warga Malaysia: Berapa Lama Kita Akan Mentolelir Hal Ini?

Posted by Ndaru Nusantara pada 27 Agustus 2010

Inilah sepucuk surat pembaca seorang warga Malaysia di Indonesia yang dimuat di The Star Online:

Apakah mereka tidak sadar bahwa dua juta warga mereka telah tinggal di sini, mencari uang, yang kebanyakan dikirim ke kampung halaman mereka untuk membantu keluarga mereka hidup lebih baik.

Apakah mereka tidak tahu banyak warga mereka di sini yang mengklaim untuk bekerja namun malah berakhir menjadi penjahat? Kami harus mengalami itu semua karena kami memaklumi dan kami tidak menyalahkan semua warga Indonesia yang kami temui atas kesalahan yang dilakukan oleh yang lainnya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Politik | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »

Anti-Malaysia protests not likely to end anytime soon

Posted by Ndaru Nusantara pada 27 Agustus 2010

Anti-Malaysia protests in Indonesia are not expected to stop any time soon despite Malaysia’s appeal to Indonesia to curb the rowdiness. About 500 protesters grouped under the Betawi Brotherhood Forum rallied outside the Malaysian embassy in Jakarta for at least an hour yesterday, burning the Jalur Gemilang.

A scuffle broke out when police moved to stop the protesters from breaking down the front gate of the embassy. “This is the largest crowd that has rallied outside the embassy this year,” said an embassy official.

Malaysian officials said the protests would go on for at least another week, prodded on by negative stories on Malaysia in the Indonesian media and claims that the three Indonesian maritime officers arrested by Malaysia were handcuffed and badly treated.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Politik | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

Beranikah Gayang Malaysia?

Posted by Ndaru Nusantara pada 27 Agustus 2010

Digempur demo terus-menerus, pemerintah Malaysia pun meradang. Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Anifah Aman kemarin mengancam akan mengeluarkan imbauan agar warganya menunda dulu rencana berkunjung ke Indonesia (travel advisory) jika situasinya terus memburuk. “Ini sudah di luar batas kesabaran,” ujar Menteri Anifah seperti dikutip The Star, Kamis (26/8). Ia merasa tindakan para demonstran melemparkan kotoran manusia di kantor Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta dan ancaman terhadap warga Malaysia di Indonesia sudah berlebihan. “Kami mesti menjaga integritas negara kami. Kami tahu di mana titik kesabaran kami,” katanya soal protes yang bermula dari penangkapan tiga pegawai maritim Indonesia itu.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Politik, Sejarah | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

Seleksi Calon Pimpinan KPK Tuntas Malam Ini Panitia Seleksi Jangan Terpukau Nama Besar

Posted by Ndaru Nusantara pada 26 Agustus 2010

Panitia Seleksi (Pansel) calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/8) malam menuntaskan tugasnya, dengan menyeleksi dua nama yang akan diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dari tujuh nama yang lolos hingga tahap akhir, Pansel diminta tidak terpukau dengan kehadiran sejumlah nama besar yang menjadi kandidat. Pansel harus menghasilkan calon pimpinan KPK dengan rekam jejak yang bersih dan berani bersikap tegas dalam pemberantasan korupsi.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Korupsi, Politik, Reformasi | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Japan as number three:Watching China whizz by

Posted by Ndaru Nusantara pada 26 Agustus 2010

Japan is now the world’s third-largest economy. Can its firms cope?

(The Economist)__FIVE years ago China’s economy was half as big as Japan’s. This year it will probably be bigger (see chart 1). Quarterly figures announced this week showed that China had overtaken its ancient rival. It had previously done so only in the quarter before Christmas, when Chinese GDP is always seasonally high.

Since China’s population is ten times greater than Japan’s, this moment always seemed destined to arrive. But it is surprising how quickly it came. For Japan, which only two decades ago aspired to be number one, the slip to third place is a gloomy milestone. Yet worse may follow.

Many of the features of Japanese capitalism that contributed to its long malaise still persist: the country is lucky if its economy grows by 1% a year. Although Japan has made substantial reforms in corporate governance, financial openness and deregulation, they are far from enough. Unless dramatic changes take place, Japan may suffer a third lost decade.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekonomi, Neoliberalisme, Politik, Sejarah | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

China and India Contest of the century

Posted by setyonegoro pada 26 Agustus 2010

A HUNDRED years ago it was perhaps already possible to discern the rising powers whose interaction and competition would shape the 20th century. The sun that shone on the British empire had passed midday. Vigorous new forces were flexing their muscles on the global stage, notably America, Japan and Germany. Their emergence brought undreamed-of prosperity; but also carnage on a scale hitherto unimaginable.

Now digest the main historical event of this week: China has officially become the world’s second-biggest economy, overtaking Japan. In the West this has prompted concerns about China overtaking the United States sooner than previously thought. But stand back a little farther, apply a more Asian perspective, and China’s longer-term contest is with that other recovering economic behemoth: India. These two Asian giants, which until 1800 used to make up half the world economy, are not, like Japan and Germany, mere nation states. In terms of size and population, each is a continent—and for all the glittering growth rates, a poor one.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Ekonomi, Neoliberalisme, Politik, Sejarah | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Anggota DPR Tetap Saja Malas

Posted by Ndaru Nusantara pada 26 Agustus 2010

Pembahasan final Rancangan Undang-Undang Pidana Pencucian Uang kemarin harus tertunda. Gara-garanya, jumlah anggota Tim Perumus DPR yang hadir tak mencapai kuorum. Dari 15 anggota Tim Perumus, hanya enam yang hadir. Rapat seharusnya dimulai pukul 10.00 WIB. Tapi, karena yang hadir sedikit, rapat diskors satu jam. Namun penundaan itu sia-sia. Rapat pun ditunda hingga Jumat besok.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Korupsi, Neoliberalisme, Politik | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

DPR Khianati Reformasi?

Posted by setyonegoro pada 26 Agustus 2010

Tidaklah elok politikus Senayan bersikap bagaikan kacang yang lupa akan kulitnya. Mereka muncul, lalu memiliki kekuasaan yang besar, berkat gelombang reformasi. Sungguh ganjil jika anggota Dewan Perwakilan Rakyat kemudian melupakan semangat reformasi dengan menolak upaya menguatkan lembaga antikorupsi.


Sikap itu kentara sekali dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Pencucian Uang. Politikus dari partai-partai besar, seperti Golkar dan PDI Perjuangan, justru menentang pemberian fungsi tambahan bagi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Menampik wewenang PPATK menyelidiki kejahatan pencucian uang, mereka hanya ingin lembaga ini sekadar melaporkan hasil analisisnya seperti yang berlaku selama ini.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Korupsi, Politik | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Prabowo Main Mata Dengan SBY

Posted by Ndaru Nusantara pada 25 Agustus 2010

Acara buka puasa di kediaman dinas Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, Selasa 24 Agustus 2010 petang menarik perhatian. Tak hanya karena kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan, tapi juga pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu dengan Prabowo Subianto, kolega purnawirawan sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Politik | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Melawan Pornografi

Posted by setyonegoro pada 25 Agustus 2010

Hari pertama bulan Ramadan kali ini, bagi Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, adalah hari yang sibuk. Bukan karena dia banyak jadwal khotbah atau menghadiri sederet acara, melainkan karena hari itu akun Twitternya kebanjiran kecaman.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Politik, Pornografi | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Perampokan dan Politik

Posted by Ndaru Nusantara pada 25 Agustus 2010

Aksi perampokan bersenjata api makin marak. Apakah aksi rampok belakangan ini terkait terorisme, politik atau kejahatan murni atau campur baur semuanya?

Masyarakat cemas bahwa aksi perampokan akan kian marak mendekati Lebaran ini. Sehingga DPR meminta Polri merapatkan barisan untuk menebar sniper di titik-titik yang rawan ancaman perampokan.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Kemiskinan, Politik | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Pemberdayaan Komunitas di Permukiman Kumuh

Posted by Ndaru Nusantara pada 25 Agustus 2010

Oleh : Linda Darma janti

Saat ini Indonesia menghadapi besarnya masalah jumlah penduduk yang bermukim di perkotaan. Jumlah penduduk Indonesia yang bermukim diperkotaan telah mencapai 112 juta jiwa. Hampir seperempat penduduk perkotaan (23,1%) atau sekitar 25 juta jiwa, bertempat tinggal di kawasan permukiman kumuh. Ini artinya, hampir 10 persen dari total penduduk

Indonesia masih memerlukan perhatian serius dalam pembangunan perkotaan, khususnya perumahan dan permukiman perkotaan. Urbanisasi menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya penduduk Indonesia yang tinggal di daerah perkotaan. Dengan adanya tingkat perpindahan penduduk yang cepat (laju urbanisasi antara 1% – 1,5% per tahun), dalam kurun waktu 20 hingga 25 tahun lagi, jumlah penduduk perkotaan di Indonesia akan dapat mencapai 65%.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Kemiskinan, Politik, Reformasi | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Lonjakan Penduduk Miskin Menjadi Beban Berat Negara

Posted by Ndaru Nusantara pada 25 Agustus 2010

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Sumarjati Arjoso mengakui, jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,6 juta dengan pertambahan penduduk sebesar 32,5 juta selama 10 tahun terakhir di luar prediksi pertambahan tersebut melebihi perkiraan sebelumnya sebanyak 3 juta penduduk.  “Jumlah tersebut di atas perkiraan sekitar 3 juta lebih. Dengan jumlah penduduk yang banyak dan kualitas rendah serta banyaknya masyarakat miskin akan menjadi beban berat bagi negara,” katanya di Jakarta, Senin (23/8).

Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Kemiskinan, Neoliberalisme, Politik, Reformasi | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Che Guevara dan Soekarno: Penentang Imperialisme

Posted by Ndaru Nusantara pada 25 Agustus 2010

Ernesto Guevara Lynch de La Serna (lahir di Rosario, Argentina, 14 Juni 1928 – meninggal di Bolivia, 9 Oktober 1967 pada umur 39 tahun) adalah pejuang revolusi Marxis Argentina dan seorang pemimpin gerilya Kuba. Guevara dilahirkan di Rosario, Argentina, dari keluarga berdarah campuran Irlandia, Basque dan Spanyol. Tanggal lahir yang ditulis pada akta kelahirannya yakni 14 Juni 1928, namun yang sebenarnya adalah 14 Mei 1928. Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Neoliberalisme, Politik, Sejarah | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 1 Comment »

Obama: Makna Toleransi Terhadap Perbedaan

Posted by Ndaru Nusantara pada 25 Agustus 2010

“Our capacity to show not merely tolerance, but respect to those who are different from us” (Barack Obama, Jumat, 13 Agustus 2010). Keberagaman tak hanya membutuhkan toleransi. Penghormatan atas yang berbeda merupakan jalan lain mengharmonikan kemajemukan. Ungkapan Obama yang memberi dukungan terhadap pembangunan masjid di dekat Ground Zero, yang ditentang sebagian warga Amerika Serikat, merupakan respons atas yang berbeda.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Agama, Demokrasi, Kebudayaan, Pendidikan | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

DI BAWAH BENDERA NEOLIBERAL

Posted by setyonegoro pada 23 Agustus 2010

Pertumbuhan ekonomi! Para pengiman neolib meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi mampu memeratakan ekonomi. Melalui tangan tersembunyi, mereka takwa bahwa pada suatu saatnya akan ketemu titik keseimbangan. Presiden SBY beserta perangkat kekuasaannya juga menjadikan pertumbuhan sebagai “agamanya.” Simak saja pidato SBY yang selalu mematok pertumbuhan yang tinggi. Di akhir 2014 nanti, SBY menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7%. Penjelasan ini diperluas oleh keterangan-keterangan Boediono dengan mengatakan bahwa, “bangsa kita tidak mungkin melepaskan diri dari mekanisme utang international” [17/5/2010].

Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Neoliberalisme, Politik, Reformasi | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Joseph Eugene Stiglitz Sang Pemberontak

Posted by Ndaru Nusantara pada 23 Agustus 2010

stiglitz

Oleh: M. Yudhie Haryono

Tentu sangat kaget ada ilmuwan Amerika yang “melawan” (sebagian) mimpi-mimpi Amerika. Lahir 9 Februari 1943, Stiglitz adalah seorang pakar ekonomi, pengarang, dan peraih penghargaan Nobel bidang Ekonomi (2001). Terlahir di Gary, Indiana, AS dari pasangan Charlotte dan Nathaniel Stiglitz. Dari 1960 hingga 1963, ia kuliah di Amherst College.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Kebudayaan, Politik, Sejarah | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Presiden Mataram

Posted by Ndaru Nusantara pada 23 Agustus 2010

Oleh: Budiarto Shambazy

Demokrasi dapat cobaan setelah anggota Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mewacanakan amandemen UUD 1945 tentang masa jabatan presiden. Gagasan itu bukan iseng karena Ruhut tentu tak asal ngomong. Seperti kata pepatah, jika ada asap, tentu ada api.

Terbukti lagi ada elite politik yang antidemokrasi. Ini bukan gejala aneh karena, misalnya, keputusan DPR bail out Bank Century menyimpang saja sampai kini tak digubris. Sikap inkonstitusional ini berbahaya bagi demokrasi, apalagi dengan mempermainkan UUD 1945 seolah lembar-lembar kertas belaka.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Politik, Reformasi | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Deradikalisasi Melalui “Islam Budaya”

Posted by Ndaru Nusantara pada 23 Agustus 2010

Radikalisme Islam yang saat ini menggeliat adalah gambaran dari krisis identitas yang dialami sebagian saudara muslim kita. Krisis ini mengacu pada ketidakmengakaran keislaman dengan kultur Nusantara yang menjadi lambaran dasarnya. Maka, solusi atas radikalisme Islam adalah kembali pada keindonesiaan Islam. Setidaknya tesis inilah yang digelar oleh Syaiful Arif dalam buku bertajuk Deradikalisasi Islam, Paradigma dan Strategi Islam Kultural ini. Dikatakan paradigma, karena Arif melakukan pemilahan pola-pikir antara “yang budaya” dan “yang politik” dalam Islam. Sepertinya, penulis buku Biografi Intelektual Gus Dur (2009) ini terinspirasi oleh pemilahan Gus Dur atas pendekatan budaya dan pendekatan institusional dalam Islam. Islam budaya menurut Arif, adalah Islam yang didakwahkan melalui akal-budi. Meminjam terma Habermas: rasionalitas komunikatif. Dalam model rasio ini, Islam disampaikan dari akal-budi, dan diterima oleh kesadaran. Ruangnya jelas, yakni makna. Jadi, berislam secara budaya adalah merasakan Islam sebagai makna yang lahir dari kesadaran mendalam. Titik kesadaran inilah yang diayomi dan dijaga oleh pemahaman kolektif, yang sering kita sebut sebagai tradisi (hlm. 81-83). Arif secara eksplisit menyebut pesantren dan tarekat sebagai bentuk nyata dari Islam budaya tersebut. Mengapa? Karena dalam keduanya, Islam diajarkan dan dipraktikkan melalui dialog-kesadaran, serta pengamalan pemahaman-bersama secara kolektif (hlm. 85-88).

Baca entri selengkapnya »

Posted in Agama, Kebudayaan, Pendidikan | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

PASANG SURUT NEGARA-NEGARA DI NUSANTARA

Posted by Ndaru Nusantara pada 22 Agustus 2010

Oleh: Solikhin dan Iwan Gunawan

Indonesia dan Nusantara

Nusantara merupakan istilah unik dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Hasil dari dialektika antara pengamalan pancasila sebagai dasar negara, pengalaman hidup menjadi sebuah bangsa dan ikut serta dalam kemajuan peradaban umat manusia. Mencerminkan identitas yang berfungsi untuk mengembangkan kehidupan bernegara dan diakui dalam pergaulan dunia. Maka dari itu, istilah nusantara merupakan upaya dari negara Indonesia untuk memiliki penguasaan atas cara-cara penempatan diri di kawasan yang menjadi lingkungan hidupnya. Di mana unsur utama dari negara terdiri dari wilayah, warga dan pemerintahan.

Hidup bernusantara merupakan bentuk lanjut dari sejarah dalam berbangsa.  Melalui Sumpah Pemuda, upaya pembentukan negara merdeka berhasil diperjuangkan  dengan tekad seluruh warga. Untuk menjadi satu bangsa dalam satu tanah air dan satu bahasa. Dan dengan nusantara, Indonesia bermaksud ingin menjalin hubungan antar negara. Untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dimana nusantara adalah kawasan yang menjadi lokasi Indonesia dan negara lainnya hidup bersama. Dengan demikian, nusantara adalah karakter dari negara Indonesia yang hanya bisa langgeng hidupnya apabila menerapkan tiga aspek yang melingkupinya, yaitu wilayah, wawasan dan hubungan politik dalam mencapai tujuannya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Kebudayaan, Pendidikan, Politik, Sejarah | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Albert Hourani: Sejarawan Arab Yang Ensiklopedis

Posted by Ndaru Nusantara pada 22 Agustus 2010

Oleh: M. Yudhie Haryono

Di antara sejarawan yang begitu serius menuliskan sejarah Timur-Tengah adalah Albert Hourani. Hourani memang sejarawan aktif. Roger Hardy dalam obituary bertanda, Monday, 18 January 1993 dalam jurnal Middle East Quarterly, menyebutnya sebagai “was a leading historian of the Middle East.” Karyanya sangat mendalam dan tebal-tebal. Sebut saja misalnya, A History of the Arab Peoples (1991), Syria and Lebanon (1946), Minorities in the Arab World (1947), Arabic Thought in the Liberal Age 1789-1939 (1962), Islam in European Thought (1992), dan The Emergence of the Modern Middle East (1981).

Baca entri selengkapnya »

Posted in Agama, Kebudayaan, Pendidikan, Sejarah | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

DARI KYAI KAMPUNG KE NU MIRING

Posted by Ndaru Nusantara pada 22 Agustus 2010

Oleh Ahmad Khotim Muzakka

BERAWAL dari obrolan imajiner menanggapi gegap gempita Muktamar NU ke-32 di Makassar yang dipajang di jejaring sosial, Binhad Nurrohmat mengakomodir beberapa temannya untuk mengawal paradigma baru dalam tubuh NU. Obrolan yang diberi judul Dari NU Miring ke Muktamar NU itu, pada waktu itu, memiliki relevansi dengan tulisan Acep Zamzam Noor yang dipasang di jejaring social juga, berjudul Kiai Kampung. Dari rentetan kebetulan itulah, buku ini hadir di tengah pembaca. Acep Zamzam Noer menarik ingatan kita tentang realitas kiai zaman dulu yang sangat sakral di mata publik. Kiai bukan gelar yang diperebutkan. Kiai tidak sejajar dengan gelar sarjana atau pendidikan manapun di jagad dunia. Kiai tak cukup dilekatkan pada pengucapan yang ditaruh di depan nama. Lebih dari itu, kiai merupakan penghargaan suci dari masyarakat atas “kerja sosial” seseorang dalam membina akhlak.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Agama, Kebudayaan, Pendidikan | Dengan kaitkata: , | 1 Comment »

MEMETIK “BUAH” DEMOKRASI

Posted by setyonegoro pada 20 Agustus 2010

Dalam langgam sejarah Indonesia, saat ini kita sedang berada pada babak pematangan (konsolidasi) demokrasi. Mematangkan demokrasi berarti membumikan nilai-nilai demokrasi itu sendiri agar tak berjarak dengan rakyat. Membumikan demokrasi,ungkap Bung Hatta (1960), berarti menyeimbangkan berjalannya demokrasi politikdengan demokrasi ekonomi. Sebab, “demokrasi politik saja tidak dapat melaksanaan persamaan dan persaudaraan. Di sebelahdemokrasi politik harus pula berlaku demokrasi ekonomi. Kalau tidak, manusia belum merdeka. Persamaan dan persaudaraan belum ada. Sebab itu, cita-cita demokrasi Indonesia ialah demokrasi sosial, yakni melingkupi seluruh lingkungan hidup yang menentukan nasib manusia.” (Muhammad HattaDemokrasi Kita: 1960).

Baca entri selengkapnya »

Posted in Artikel Serius, Demokrasi, Neoliberalisme, Politik, Reformasi, Sejarah | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

EDWARD SAID: MENAFSIR ULANG HUBUNGAN BARAT DAN TIMUR

Posted by Ndaru Nusantara pada 6 Juni 2010

Gelombang zaman berjalan begitu cepat. Terkadang, kita tak sanggup melawan arus deras gelombang itu, bahkan untuk mengikutinya sekalipun. Zaman selalu berisi derap langkah manusia dengan beragam pikiran dan mimpi. Sebuah kehidupan yang selalu meninggalkan jejak langkah, baik yang tersirat dan tersurat, ataupun yang tersembunyi. Jejak langkah yang selalu meninggalkan kesan, pesan dan perjuangan. Sebab, dari situlah kita akan mewarisi berjuta-juta inspirasi. Tentu, agar selalu tersirat dan tersurat, jejak langkah kehidupan seseorang harus ditulis. Namun, menulis episode kehidupan seseorang, yang di dalamnya berisi asal-usul diri, pemikiran, perjuangan serta mimpi-mimpi, merupakan pekerjaan besar yang penuh tanggung jawab. Apalagi, jika seseorang tersebut adalah tokoh besar, ilmuwan tersohor, ataupun aktifis ternama. Maka, yang diperlukan dalam hal ini tentu bukan hanya menulis, tapi juga berusaha menghidupkan kembali alam pemikirannya, mengobarkan kembali semangat perjuangannya, serta meneruskan mimpi-mimpinya. Salah seorang ilmuan-aktifis yang patut ditulis adalah Edward W. Said. Seorang yang mengalami kehidupan penuh liku, tanya dan keterasingan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Artikel Serius, Demokrasi, Kebudayaan, Pendidikan, Politik, Sejarah | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

Asal-Usul Kerusuhan di Buol

Posted by Ndaru Nusantara pada 3 September 2010

Ribuan warga dari tiga kelurahan menyerang kantor Polsek Biau, Kota Buol, Selasa malam (31/8) sebagai buntut tewasnya seorang tahanan di Markas Polsek tersebut.

Warga dari Kelurahan Leok, Kelurahan Buol dan Kelurahan Kulango itu datang membawa senjata tajam dan bebatuan usai shalat taraweh. Saat massa mencoba mendekati kantor polisi, aparat keamanan dari Polres Buol yang berjumlah satu kompi mencoba menghalangi. Karena massa sudah kadung emosi bentrokan pun tak dapat hindari. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan belasan warga tertembak peluru polisi. Baca entri selengkapnya »

Posted in Politik, Reformasi | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Menebak Pidato SBY Tentang Malaysia

Posted by Ndaru Nusantara pada 1 September 2010

Diduga ada keterkaitan antara gerakan segelintir pensiunan Jenderal yang melontarkan wacanaimpeachment dengan keputusan SBY memilih Mabes TNI sebagai tempat memberikan pernyataan resmi soal situasi diplomatik Indonesia-Malaysia. Baca entri selengkapnya »

Posted in Politik, Reformasi | Dengan kaitkata: | 1 Comment »

Indonesia-Malaysia, Hubungan Pelik Pascakolonial

Posted by Ndaru Nusantara pada 31 Agustus 2010

Bayangkan jika peta Indonesia tidak seperti sekarang. Bayangkan jika Pulau Jawa terbelah menjadi dua negara, satu Indonesia, satu, sebutlah, Javanesia. Sebutlah Yogyakarta menjadi bagian dari Indonesia dan Jawa Tengah menjadi bagian negara lain itu. Akankah ada polemik soal siapa pemilik blangkon? Akankah pelaut tradisional di nonperairan masing-masing disebut pencuri? Baca entri selengkapnya »

Posted in Demokrasi, Neoliberalisme, Politik | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »