Adie Prasetyo

Because History Must be Written

Catatan 02 Juni

Posted by Ndaru Nusantara pada 2 Juni 2010

Sampai hari ini, sungguh tidak ada kabar yang menggembirakan di tanah air saya ini. Bagi saya pribadi, mungkin ada beberapa hal yang justru menguntungkan dari kondisi yang tak menentu ini. Mungkin saja saya bisa “merapat” ke beberapa kolega dan “senior” yang menambatkan dirinya pada kekuasaan. Mungkin saja saya bisa menggerakkan beberapa kawan-kawan untuk turun ke jalan, menggugat beberapa Departemen yang “nakal.” Dan karenanya, mungkin saya akan dipanggil untuk “deal” (seperti halnya kelakuan banyak aktifis di Jakarta). Mungkin saja saya bisa melakukan hal-hal jangka pendek demi keuntungan pribadi dan golongan. Next

Sayangnya, saya tidak bisa melakukan itu semua. Bukan tanpa sebab tentunya. Saya memang tidak bisa melakukan itu karena tidak punya basic/insting untuk melakukan tawar-menawar. Saya tidak diajarkan hal seperti itu oleh organisasi saya, oleh orang tua saya, oleh guru-engku saya, dan juga oleh kerabat, serta senior yang selama ini membimbing saya. Saya hanya diajarkan bagaimana bertahan hidup dengan bekal apa yang saya miliki. Apa itu? Sedari saya merantau ke Jakarta tahun 2002 silam, saya punya bekal semangat, tekad, kepercayaan diri, serta berpikir positif. Sampai sekarang, mungkin itulah bekal dan fondasi hidup yang saya miliki. Soal skill, saya sedikit dapat menulis, berkomunikasi dan berbisnis kecil-kecilan. Alhamdulilah, sampai sekarang bekal itu masih menubuh dan selalu menemani hari-hari saya.

Saya sebenarnya menyesal tidak dapat melakukan sesuatu yang lebih, di tengah karut-marut kondisi tanah air saya ini. Dari hari ke hari, persoalan kian menumpuk saja. Mulai dari persoalan kepemimpinan yang lembek, sengketa politik, sengketa hukum, persoalan kemiskinan, kebodohan, sikap-mental yang inlander’s, serta setumpuk persoalan lain yang tidak dapat diurai satu-satu. Saya ingin sekali berbuat sesuatu. Dulu, saya sering terjun ke lapangan. Melakukan aksi-aksi solidaritas untuk menggugat kebijakan yang menyesatkan-membodohkan-memiskinan rakyat. Sekarang, yang dapat saya perbuat hanya “diam.” Saya diam sambil menulis, ikut berdiskusi bersama kawan-kawan yang punya keinginan besar memajukan bangsa ini, serta mengunjungi beberapa kolega-tokoh-senior yang mau berbagi ilmu.

Untuk mengubah bangsa ini, saya punya prinsip harus dimulai dari kaum muda. Kaum muda harus memiliki tindakan yang menyempal (crank) dari kebiasaan umum. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: