Adie Prasetyo

Because History Must be Written

Mahasiswa (Bukan) Anarki

Posted by Ndaru Nusantara pada 2 Juni 2010


Pada bulan Juni/Juli 2008, pemerintah SBY-JK berencana menaikkan harga BBM. Demonstrasi marak di mana-mana. Sebagai puncaknya, di gedung DPR/MPR terjadi kerusuhan yang konon dilakukan oleh mahasiswa. Namun, setelah diteliti lebih lanjut, ternyata biang kerusuhan itu adalah oknum dari pergerakan yang memboncengi gerakan mahasiswa. Saya menuliskannya dan dimuat di Media Indonesia, 07 Juli 2008.

______

Mahasiswa anarkistis. Begitulah pendapat masyarakat terhadap demonstran penilak penaikan harga BBM pada 24 Juni 2008.

Next Memang, penilaian tersebut bukan tanpa alasan. Melalui layar kaca, masyarakat melihat begitu vulgarnya para demonstran merusak sejumlah fasilitas umum. Setelah berhasil merobohkan sebagian pintu DPR, demonstran juga merusak pagar pembatas jalan tol dan membakar mobil polisi serta mobil berpelat merah. Kericuhan tersebut juga menelan korban. Sejumlah demonstran dan polisi luka-luka, bahkan ada kabar salah seorang demonstran ditabrak mobil polisi.

Sampai sekarang, pro dan kontra dalam menyikapi hal itu masih berlangsung. Presiden menggelar pidato resmi dan mengingatkan agar pendemo tidak melakukan tindakan anarkistis. Pemerintah tidak ingin terjadi instabilitas sosial-politik-keamanan karena dapat mengganggu kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, polisi diminta ‘menertibkan’ pelaku anarki demi menegakkan hukum dan menjaga ketertiban umum.

Silang pendapat juga marak di kalangan aktivis. Ada yang berpendapat kericuhan tersebut merupakan kulminasi kekecewaan aktivis terhadap kebijakan penaikan harga BBM. Kericuhan tersebut terjadi karena akibat, bukan sebab atau sesuatu yang direncanakan sebelumnya. Sementara itu, yang lain memandang telah terjadi konspirasi tingkat tinggi (terencana) sehingga terjadi kericuhan. Mereka berpendapat bahwa mahasiswa hanya dijadikan kambing hitam dan ditunggangi kelompok tertentu demi kepentingan politik.

Sebagai bagian dari aktivis mahasiswa, saya mengajak agar kita jangan terburu-buru memvonis mahasiswa sebagai kaum anarkistis. Ada baiknya kita melihat duduk perkara yang sebenarnya dengan kepala dingin dan hati yang jernih. Dalam hal ini, setidaknya ada dua pertimbangan yang menguatkan pendapat bahwa biang kerok anarkisme bukan mahasiswa.

Pertama, sebulan sebelum kericuhan telah berlangsung pertemuan antara Ferry Yuliantono (FY) dan Kepala BIN Syamsir Siregar. Kepada Syamsir, Ferry mengatakan akan ada demonstrasi besar yang akan berujung ricuh. Pertanyaannya, mengapa FY melaporkan hal itu kepada BIN? Mengapa tidak dilakukan antisipasi dari pihak keamanan agar tidak terjadi kericuhan? Mengapa pula si pelapor (FY) yang kemudian ditangkap dan dituduh sebagai dalang kericuhan? Dalam hal ini, kita patut curiga telah terjadi konspirasi yang sulit untuk diterjemahkan publik.

Kedua, saat kericuhan berlangsung, aktivis mahasiswa yang terlibat tidak seberapa jika dibandingkan dengan warga dari ormas atau organisasi yang dibentuk alumnus mahasiswa. Bendera-bendera yang berkibar juga didominasi ormas dan organ lainnya. Tidak terlihat sama sekali bendera universitas yang berkibar saat aksi. Fakta itu dibenarkan polisi. Buktinya, sebagian besar pelaku dan provokator yang tertangkap bukan berstatus sebagai mahasiswa.

Dengan dua pertimbangan di atas, penulis berkesimpulan bahwa mahasiswa bukan pelaku anarkisme, melainkan hanya dijadikan kambing hitam. Karena itu, citra anarki aktivis mahasiswa harus dipulihkan. Penulis yakin mahasiswa Indonesia masih memegang ajaran Mahatma Gandhi, bahwa perubahan harus diperjuangkan dengan damai, bukan dengan darah dan kekerasan. Di hari esok, mahasiswa akan menampilkan dirinya sebagai intelektual organik dengan segudang solusi, bukan tindakan kekerasan dan anarki.

Itulah citra mahasiswa Indonesia yang harus dibangun dan dipertahankan. Hidup mahasiswa Indonesia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: