Adie Prasetyo

Because History Must be Written

Perampokan dan Politik

Posted by Ndaru Nusantara pada 25 Agustus 2010

Aksi perampokan bersenjata api makin marak. Apakah aksi rampok belakangan ini terkait terorisme, politik atau kejahatan murni atau campur baur semuanya?

Masyarakat cemas bahwa aksi perampokan akan kian marak mendekati Lebaran ini. Sehingga DPR meminta Polri merapatkan barisan untuk menebar sniper di titik-titik yang rawan ancaman perampokan.

“Ini sudah lampu merah, sudah mengganggu rasa aman publik. Polisi harus lebih bersiap untuk menjaga rasa aman, kalau perlu tempatkan sniper di beberapa titik,” ujar Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, kemarin.

Banyaknya kasus perampokan bersenjata adalah cermin tidak efektifnya fungsi intelijen kepolisian dan keamanan. DPR meminta polisi berjaga-jaga di lokasi strategis untuk menjamin rasa aman masyarakat. Perampokan bersenjata api sangat memprihatinkan.

Fenomena maraknya perampokan dengan menggunakan senjata api dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap polisi. Ternyata Polri tidak merasa dilecehkan tapi malah ditantang. “Bukannya dilecehkan tapi ditantang untuk bisa mengungkap,” ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana.

Sejauh ini sudah diberikan instruksi kepada seluruh Polda di daerah untuk mengambil langkah-langkah pencegahan. Namun Mabes Polri belum menginstruksikan untuk melakukan tembak di tempat.

Polri belum dapat menyimpulkan keterkaitan antar peristiwa perampokan yang terjadi di berbagai daerah. Sedangkan terkait peredaran senjata api, Polri mengaku sudah melakukan sejumlah penarikan senjata tapi belum mau menjelaskan.

Pengamat Islam, politik dan terorisme Al Chaidar melihat, aksi rampok belakangan ini selain motif kriminal, mungkin ada yang terkait terorisme, politik atau campur baur. “Campur aduk bisa terjadi karena sudah banyak preman dan residivis yang frustasi,” katanya.

Sepanjang pekan ini, sejumlah perampokan terjadi di beberapa daerah. Di Aceh, enam pria bersenjata pistol merampok rumah mewah milik Nyonya Mawar (50) di Desa Ateuk Jawoe, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Para perampok mengikat pemilik rumah, dan mengambil 180 gram emas murni, laptop, dan kartu ATM. Bahkan mobil Toyota Kijang milik salesman yang parkir di depan rumah korban juga dibawa kabur.

Selain di Aceh, perampokan juga terjadi di Cirebon. Aksi kriminal di Jalang Pengampon Lemah Wungkuk, Kota Cirebon itu, menimpa dua karyawan SPBU yang hendak menyetorkan uang ke Bank Mandiri. Perampok merampas tas berisi uang Rp366 juta.

Perampokan juga menimpa pasangan suami-istri di Denpasar, Bali. Korban, I Ketut Suardaya dan istrinya Gusti Ayu Astini, baru saja mengambil uang Rp75 juta dari BRI. Namun, perampok hanya berhasil mengambil tas berisi uang Rp500.000 dan sebuah ponsel.

Di Medan, polisi menangkap dua tersangka perampokan Bank CIMB Niaga Cabang AR Hakim, Medan, yang berlangsung pekan lalu. Kedua tersangka, masing-masing berinisial A (37) dan M (36) ditangkap di Serdang Bedagai dan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Senin dan Selasa (24/8) dini hari.

Polisi menyita barang bukti senjata api laras panjang jenis SS1 dan pistol FN. Senjata ini dilaporkan pernah digunakan tersangka saat merampok di Aceh pada 2009. [mdr] INILAH.COM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: