Adie Prasetyo

Because History Must be Written

Seleksi Calon Pimpinan KPK Tuntas Malam Ini Panitia Seleksi Jangan Terpukau Nama Besar

Posted by Ndaru Nusantara pada 26 Agustus 2010

Panitia Seleksi (Pansel) calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/8) malam menuntaskan tugasnya, dengan menyeleksi dua nama yang akan diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dari tujuh nama yang lolos hingga tahap akhir, Pansel diminta tidak terpukau dengan kehadiran sejumlah nama besar yang menjadi kandidat. Pansel harus menghasilkan calon pimpinan KPK dengan rekam jejak yang bersih dan berani bersikap tegas dalam pemberantasan korupsi.

Tujuh nama yang diseleksi oleh Pansel hari ini adalah advokat sekaligus aktivis HAM Bambang Widjojanto, Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqoddas, mantan Kapolda Jateng Chairul Rasyid, Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung Sutan Bagindo Fachmi, anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Bali I Wayan Sudirta, mantan Ketua Dewan Pertim-bangan Presiden Jimly Asshiddiqie, serta advokat Melli Darsa.

“Hari ini kita masuk wawancara proses akhir. Malam ini, kita putuskan 2 dari 7 calon. Kalau nanti selesai, besok kita umumkan ke Presiden,” kata Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, yang juga Ketua Pansel Calon Pimpinan KPK di Jakarta, Kamis (26/8).

Proses selanjutnya, dua nama tersebut oleh Presiden akan diserahkan ke DPR untuk menjalani fit and proper test. Dari dua nama itu, DPR memilih satu nama guna melengkapi satu posisi pimpinan KPK yang ditinggalkan Antasari Azhar. Lantas, DPR akan memilih satu dari lima pimpinan KPK, untuk menjadi Ketua KPK.

Terkait proses wawancara akhir, Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menegaskan, Pansel tidak boleh melihat nama besar calon pimpinan KPK sebagai pertimbangan akhir. Sebab, yang terpenting adalah para calon sudah mengikuti proses seleksi termasuk uji integritas.

“Pansel KPK tidak boleh melihat nama besar. Kalau Pansel melihat itu maka Pansel KPK sudah terformat harus ada perwakilan penegak hukum sebagai pimpinan KPK,” katanya.

Dia mengatakan, ICW mendorong jangan hanya karena harus ada perwakilan penegak hukum, maka pimpinan KPK mendatang dikondisikan harus ada aparat penegak hukum. “Itu malah membahayakan. Yang terbaik adalah integritas,” katanya.

Sejauh ini, dari informasi sumber SP, dua nama yang berpeluang besar lolos adalah Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas.

Terkait hal itu, Patrialis menepis tudingan banyak pihak bahwa sudah ada calon titipan dalam proses seleksi pimpinan KPK. “Insya Allah tidak ada,” tegasnya.

Mengenai apakah nantinya calon yang dipilih bakal menggantikan posisi Antasari Azhar sebagai Ketua KPK, Patrialis menyerahkan hal tersebut kepada DPR. “Penentuan siapa Ketua KPK itu urusan DPR,” jelasnya.

Dalam proses seleksi wawancara akhir, Bambang Widjojanto mendapat giliran pertama yang diwawancarai. Di depan 13 anggota Pansel, dia menyatakan siap mati jika diberi amanah sebagai pimpinan KPK.

“Waktu di Papua saya dijadikan target. Alhamdulillah saya selamat. Saat di YLBHI saya juga jadi target. Mati urusan Allah. Kalau itu taruhannya, saya ikhlas ingin memberi kontribusi terbaik kepada negara,” kata Bambang. Dia mengakui, selama ini dirinya belum pernah menjabat pejabat negara namun demikian dia bisa menjalankan tugas sebagai orang membantu urusan publik.
Dia mengatakan, selama ini dia dikenal sebagai orang yang keras dan orang yang sering melakukan counter attack di YLBHI. Namun, dia yakin mampu memainkan peran penting jika nanti duduk di KPK.

Di sesi terakhir, Bambang mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak mencari jabatan. “Jika tidak terpilih saya masih banyak pekerjaan lain yang saya kerjakan,” imbuhnya.

Sampai berita ini diturunkan, giliran mantan Kapolda Jawa Tengah Chairul Rasyid yang sedang diwawancarai.

Proses wawancara akhir tersebut berlangsung terbuka. Wartawan bisa mengikuti proses wawancara tersebut dari ruang terpisah. “Wawancara dilakukan dengan cara terbuka, boleh dilihat dan didengar. Kalau klarifikasi yang sifatnya menyangkut moral, acaranya tertutup, artinya kita tidak boleh memalukan orang, kalau ada yang kaitannya sangat pribadi, itu nanti klarifikasinya oleh tim,” kata Patrialis.

Setelah menuntaskan wawancara, Pansel akan membawa hasilnya dalam rapat pleno pada Kamis malam, untuk diputuskan dua nama yang lolos. [W-12/M-17] (Suara Pembaruan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: