Adie Prasetyo

Because History Must be Written

Interpelasi Sengketa Perbatasan Indonesia-Malaysia

Posted by Ndaru Nusantara pada 31 Agustus 2010

Sekretaris Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat, Ade Komaruddin, menyatakan fraksinya mendorong agar Dewan mengajukan penggunaan hak interpelasi atas sengketa perbatasan Indonesia-Malaysia. Sebab, masalah itu menyangkut harkat dan martabat bangsa. Secara internal, menurut Ade, fraksinya telah melakukan rapat soal kemungkinan menggunakan hak interpelasi kemarin.

“Tadi (kemarin) siang kita rapat di fraksi. Interpelasi kan hak anggota Dewan,” kata Ade kepada Tempo semalam. Menurut dia, berbagai fraksi di parlemen juga sudah diinformasikan untuk menandatangani hak interpelasi tersebut. “Saya rasa hampir semua fraksi menyatakan setuju, hanya dari Demokrat saja yang belum,” kata Ade, “Publik kan punya perasaan, kita dengarkan suara masyarakat.”

Golkar mewacanakan pengajuan hak interpelasi karena pemerintah dinilai lemah menghadapi sengketa perbatasan dengan Malaysia. Kelemahan itu, antara lain, ditunjukkan pemerintah saat menangani kasus penangkapan tiga pengawas perikanan Kementerian Kelautan Indonesia oleh patroli Kepolisian Laut Malaysia, pertengahan bulan ini. Sebelum ini, Fraksi PDI Perjuangan juga sempat mewacanakan penggunaan hak interpelasi tersebut.

Sikap keras Golkar sudah ditunjukkan sejak kasus penangkapan tiga pengawas Kementerian Kelautan menyeruak ke publik. “Saya geregetan dengan sikap pemerintah yang tidak bereaksi secukupnya agar kita bangga sebagai bangsa,” kata Wakil Ketua DPR yang berasal dari Golkar, Priyo Budi Santoso, dua pekan lalu. Padahal peristiwa penangkapan seperti itu bukan pertama kali terjadi. “Peristiwa itu bisa kita lihat sebagai tindakan yang menyepelekan aparat dan bangsa kita,” ujarnya.

Perlunya pemerintah bersikap tegas juga disampaikan Ketua DPR Marzuki Alie. Kemarin politikus dari Fraksi Partai Demokrat meminta pemerintah tidak merasa inferior di hadapan Malaysia. Namun, soal interpelasi, ia menilai langkah itu terlalu tergesa-gesa. “Banyak proses sebelum hak interpelasi diajukan, usulnya prematur,” ujar Marzuki di Jakarta, pekan lalu.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit, menilai sikap keras Golkar dalam kasus ini merupakan salah satu cara mereka untuk mencari popularitas. Dalam kasus ini, ia yakin Golkar akan menyudutkan pemerintah. “Golkar mendorong keras, ya, ingin mengambil keuntungan dari kasus itu,” katanya semalam. “Mereka ingin mengambil hati rakyat agar pada Pemilu 2014 bisa memetik keuntungan dari kasus itu.”

Di sisi lain, Arbi melanjutkan, pemerintah tidak ingin mencari popularitas karena masih memikirkan nasib 2,2 juta orang Indonesia yang bekerja di Malaysia. Itu sebabnya, pemerintah ingin menyelesaikannya melalui jalur diplomasi. (Tempo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: